Pertemuan dua laut: Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir
"Dan Dialah yang mempertemukan dua laut; yang ini tawar lagi segar, dan yang ini asin lagi pahit. Dan Dia menjadikan di antara keduanya ada batas dan penghalang yang tidak terlampaui".
QS,25:53
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, QS,55:19
"antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing". QS,55:20
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS,55:21
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
QS,55:22
Cobalah untuk melihat ke arah lautan. Bayangkanlah seandainya ada pertemuan air laut dari dua lokasi yang berbeda, yang satu dari laut lain sedangkan satunya lagi dari laut yang lain lagi. Kedua air laut tersebut bertemu di suatu tempat. Seandainya masing-masing dari dua air laut tersebut memiliki salinitas (kadar garam) yang berbeda atau temperature yang berbeda, apakah keduanya akan bercampur ketika bertemu di satu tempat sehingga keadaan awal dari masing-masing (salinitas maupun temperature) berubah menjadi satu keadaan salinitas dan temperature yang baru ?
Al Quran menjawab dengan pasti dan penuh percaya diri, bahwa salinitas maupun suhu awal dari masing-masing air laut tersebut tetap dipertahankan dan tidak saling mempengaruhi, walaupun kedua air laut tersebut bertemu di satu tempat, dengan kata lain tidak terjadi percampuran ! Bagaimana ilmu pengetahuan & tehnologi menanggapi penegasan Al Quran tersebut? Mendukungkah (membenarkan) atau menyalahkan ? Ternyata bukti ilmiah (empiric) membuktikan fakta tentang adanya kebenaran yang ditegaskan oleh Al Quran tersebut.
Penelitian moderen di masa sekarang menemukan adanya gejala yaitu bahwa ada batas di antara dua air laut yang bertemu di satu tempat, sehingga masing-masing air laut tersebut tetap memiliki (mempertahankan) temperature, salinitas (kadar garam) maupun densitas (kekentalan) yang berbeda. Dengan makna yang setara yaitu keadaan air laut yang satu dengan lainnya tidak saling mempengaruhi, walaupun keduanya bertemu di satu tempat, karena adanya batas di antara pertemuan dari dua air laut tersebut.
KEBESARAN ALLAH - PERTEMUAN DUA LAUTAN
Walaupun ramai sudah mengetahui mengenai perkara ini, sekadar ingin berkongsi mengenai kebenaran A-Quran dan kebesaran Allah.
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.
وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
(Al Furqan 25:53)
Allah SWT telah berfirman di dalam Al Quran.
"Dia memberikan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
(Ar Rahman : 19 - 21)
Fenomena pertemuan sungai dan laut adalah sangat umum, dan di sini kita melihat sebuah pertemuan dua sungai yang berbeda kepekatan, keasinan dan suhu, dan kedua sungai tersebut tetap tanpa bercampur, untuk bercermin pada tanah genting antara mereka ....
Gambar sebenarnya dari area pertemuan sungai Rio Negro dan Solimões Sungai di Brasil. Kedua sungai tersebut bertemu dalam jarak lebih dari lima kilometer dalam kondisi air kedua sungat tersebut tidak bercampur dengan kepekatan dan suhu yang tetap berbeza. Sungai pertama di sebelah kanan mengandung endapan tanah pegunungan yang menyebabkan airnya berwarna coklat, sedangkan sungai yang kedua di sebelah kiri berwarna hitam pekat karena merupakan rembesan tanaman-tanaman yang membusuk yang datang dari hutan. Fenomena ini sekarang dapat dijelaskan secara ilmiah, yaitu melalui sejumlah hukum fizik tentang pergerakan cairan, seperti ketumpatan, dan suhu. Hukum fizik ini memastikan bahwa kedua sungai tersebut tidak dapat saling mengalahkan, walaupun mereka bertemu secara langsung.
Mahasuci Allah yang telah menjelaskan kepada kita 14 abad yang lalu tentang pertemuan sungai-sungai dan lautan seperti ayat di atas.
Gambar sebenarnya dari area pertemuan sungai Rio Negro dan Solimões Sungai di Brasil. Kedua sungai tersebut bertemu dalam jarak lebih dari lima kilometer dalam kondisi air kedua sungat tersebut tidak bercampur dengan kepekatan dan suhu yang tetap berbeza. Sungai pertama di sebelah kanan mengandung endapan tanah pegunungan yang menyebabkan airnya berwarna coklat, sedangkan sungai yang kedua di sebelah kiri berwarna hitam pekat karena merupakan rembesan tanaman-tanaman yang membusuk yang datang dari hutan. Fenomena ini sekarang dapat dijelaskan secara ilmiah, yaitu melalui sejumlah hukum fizik tentang pergerakan cairan, seperti ketumpatan, dan suhu. Hukum fizik ini memastikan bahwa kedua sungai tersebut tidak dapat saling mengalahkan, walaupun mereka bertemu secara langsung.Mahasuci Allah yang telah menjelaskan kepada kita 14 abad yang lalu tentang pertemuan sungai-sungai dan lautan seperti ayat di atas.
Teluk Aqabah iaitu pertemuan antara Laut Merah dan Laut Putih.
Walaubagaimanapun terdapat pendapat yang mengatakan ia berlaku di pertemuan dua laut di Jordan. Ibnu Kathir pula mendakwa ia berlaku jauh ke di sebuah laut di Tangier, Maghribi iaitu pertemuan Lautan Atlantik dan Laut Mediterenean.
Tidak terhenti di situ, pendapat yang terbaru adalah ia berlaku di pertemuan dua laut iaitu di pertemuan dua Lautan iaitu Lautan India dan Lautan Atlantik.
Walau apapun pendapat yang dikemukakan, ia tidak menyalahi syariat Islam kerana Allah swt langsung tidak menyatakan di mana pertemuan dua lautan itu berlaku. Tidak menjadi satu kesalahan untuk memberi teori yang terbaik bagi membolehkan umat Islam terus memahami isi kandung al-Quran yang mulia itu.



No comments:
Post a Comment